Rabu, 20 Juni 2012

Asisten Pribadi Penunjuk Arah

By : Gilang Budiman, Andy Tinggogoy


Beberapa produsen mobil saat ini sudah me­nyertakan fitur GPS di sebagian tipe dan varian mobil yang mereka pasarkan. Bukan untuk gagah-gagahan, namun punya sejumlah fungsi yang memudahkan pengendara.

Utamanya membantu pengemudi mencari lokasi yang dituju dengan lebih presisi dan cepat. Namun jika di mobil Anda belum tersedia, ada beberapa produk yang beredar di pasar yang bisa ditambahkan.

Beragam fitur tersedia di tiap merek GPS aftermarket, namun fungsi utamanya sebagai penunjuk arah jadi fokus tes kali ini.

 Nokia Lumia 800

Harga: 800 Rp 5,2 juta
Rating * * *

Sebagai smartphone, Nokia Lumia 800 memiliki fitur navigasi terintegrasi Nokia Drive. Dengan tampilan yang sederhana dan user friendly, Nokia memberi kemudahan pemakainya. Nokia Drive merupakan turn-by-turn navigation untuk penggunaan di mobil. Namun tak semua smartphone dilengkapi program navigasi turn-by-turn gratis.

Peta yang tersedia merupakan garapan Navteq, yang menjadi bagian dari Nokia. Navteq juga digunakan pada Garmin yang dijual saat ini. Beberapa bangunan penting serta perkantoran dan mal digambar detail dalam bentuk 3D.

Ponsel ini dilengkapi layar 480x800 piksel berukuran 3,7 inci. Selain fungsi navigasi, tersedia juga program navigasi yang disediakan dari sistem ope­rasi Microsoft Windows Phone 7.5 (Mango). Dan untuk ukuran ponsel, fungsi navigasi turn-by-turn milik Lumia 800 ini cukup andal. Signal GPS juga dapat ditangkap cukup cepat, selama tak dibatasi beton di atas Anda.

Namun karena harga­nya yang tinggi, membuat rating-nya sedikit terpuruk dibandingkan peserta lainnya. Namun keuntungannya, Lumia 800 merupakan ponsel yang mudah digunakan.

 TomTom Go 2050

Rating: * * *
Harga: Rp 3,18 juta

Personal Navigation Device (PND) ini merupakan jajaran TomTom teratas yang diluncurkan Februari lalu. Meski kondang di Eropa, tapi produk ini memiliki antar muka yang kurang user-friendly. Namun begitu Anda mendalami seluk beluk menunya, penggunaannya akan lebih mudah.

Bodi TomTom Go 2050 terlihat kokoh. Dalam paket penjualannya, disertakan bracket bermagnet. Hal ini memudahkan penggunanya untuk melepas dan memasang TomTom Go 2050 dari tempatnya. Mekanisme perekat ke kaca menggunakan sistem putar.

Layar sentuh liquid berukuran 5 inci menghadirkan tampilan yang cerah dan cepat. Sayangnya resolusi layarnya 480x272 piksel masih tertinggal dibanding Garmin nüvi 3770LM.

Peta garapan Teleatlas yang sudah terintegrasi dalam perusahaan Tomtom, mencakup Asia Tenggara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei, Hongkong dan Makau. Bahkan fitur Junction View memiliki tampilan nyaris se­perti kondisi aktual di jalan.

Namun sebagai seri tertinggi TomTom, Go 2050 South East Asia memiliki harga yang bersahabat. Fitur tambahan seperti Bluetooth mampu melakukan panggilan telepon saat terkoneksi dengan berba­gai ponsel.

 TomTom VIA 280

Harga: Rp 2,18 juta
Rating: * * * *

Walau penampilan fisiknya tak sehebat kakaknya, Go 2050, VIA 280 ini memiliki value for money yang cukup baik. Dengan perbedaan harga Rp 1 juta dari kakaknya, PND ini memiliki fitur yang nyaris serupa. Seluruh fungsi navigasi sama dengan Go 2050.

Tomtom VIA ini memiliki rancang bangun yang menyatu dengan bracket perekat ke kaca. Mekanisme perekatnya tetap menggunakan sistem putar.

Layar sentuh berukuran 5 inci miliknya masih menggunakan sistem konvensional. Sementara resolusinya setara Go 2050. Begitu juga dengan cakupan petanya yang mencapai Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei, Hong Kong dan Macau.

Sebagai jajaran tertinggi dari seri VIA, 280 juga sudah dilengkapi dengan Bluetooth untuk melakukan panggilan telepon saat terkoneksi dengan berbagai ponsel.

 Garmin Nuvi 3770LM

Harga: Rp 3,9 juta
Rating: * * * * *

Inilah 1 dari 2 produk Garmin yang sudah diluncurkan Juli lalu di ajang Indonesia Internasional Motor show 2011. Kami mengetes produk Garmin nüvi 3770LM ini karena produk inilah yang kami rekomendasikan dari semua tipe Garmin.

Berbeda dengan seri lainnya, nüvi 3770LM memiliki fisik yang tipis. Bahkan ia sudah dilengkapi layar multitouch berukuran 4,3 inci.

GPS ini juga dilengkapi dengan kemampuan sebagai multimedia player dengan resolusi layar 800x480 piksel.

Sebuah accelerometer juga tersedia untuk memutar layar dari mode landscape ke portrait atau sebaliknya. Hal ini juga memberikan kebebasan penempatannya di mobil.

Kecepatan pairing dan tingkat akurasinya tergolong sangat baik dan dapat dilakukan di bawah 5 detik.

Harganya yang cukup tinggi, terbayar dengan semua kelebihan yang diberikan. Terlebih, ia sudah mengadopsi bentuk gedung 3D.

 Mio Moov S550

Harga: Rp 2,973 juta
Rating: * * *

Nama Mio selalui membayang-bayangi produk Garmin di Indonesia. Dengan harga yang lebih terjangkau dibanding Garmin, Mio memiliki jaringan penjualan yang luas di seluruh Indonesia.

Proses pairing setara dengan produk-produk dalam pengetesan ini. Mio Moov S550 memiliki tampilan layar yang sedikit lebih konvensional. Namun itu­lah keunggulan GPS ini yang membuatnya lebih mudah dipahami penggunanya. Tampil­an gedung 3D menjadi salah satu kelebihannya.

Dengan waktu pairing yang cukup cepat, perangkat ini belum memiliki fitur Junction View. Begitu juga dengan suara pemandu yang belum mampu membacakan nama jalan dalam bahasa Indonesia. Untungnya ia mengemas fitur Lane Assist yang dibacakan dalam bahasa Indonesia.

Fitur pelengkap lainnya adalah kemampuan koneksi Bluetooth yang tidak hanya dapat digunakan sebagai hands free, tapi juga sebagai “jembatan” ke sistem audio. Sementara fitur multimedia player dengan kemampuan memutar file video maupun audio meningkatkan fungsionalitas GPS ini.

 236/II-III(9-22Mei12)

 


Share: | |

Berita Terkait